Langkah Awal Menulis Cerita Fenomenal

" Langkah Awal Menulis Cerita Fenomenal "

Menulis adalah cara berkomunikasi yang cukup nyaman bagi sebagian orang. Apalagi buat kamu yang sejak kecil sudah terbiasa mengabadikan memori lewat buku harian atau menuangkan isi pikiran pada secarik kertas. 

Berawal dari iseng dan sekadar curhatan ala kadarnya, jika dilakukan secara rutin, perlahan, tulisanmu pun dapat dinikmati beberapa temanmu. Kamu pun semakin rajin menulis karena merasa diapresiasi.

Tidak ada tolok ukur pasti bagaimana sebuah cerita dianggap baik. Tetapi, kamu bisa melihat bagaimana reaksi pembaca ketika membaca sebuah cerita. Selain itu, lihat juga apakah ada nilai yang bisa diambil dari cerita tersebut, baik pada cerita fiksi maupun cerita non-fiksi. Meski terdapat banyak genre tulisan yang ada di luar sana, tetapi cerita yang baik haruslah memiliki pesan moral, poin pembahasan yang menarik, dan alur cerita yang menawan agar memikat atensi masyarakat untuk membaca. Buatlah cerita dengan alur dan pembahasan yang dikemas secara alami sehingga pembaca juga dapat menarik pemahaman yang sama dengan tujuan kamu menulis cerita tersebut.

Mengarang cerita merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, sebab, ketika kita membuat cerita, kita memanfaatkan ide kreatif dan pemahaman bahasa yang kita miliki. Ide pokok merupakan bahasan utama dalam sebuah paragraf yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Dengan membuat ide pokok, kita bisa mempermudah cara berpikir sekaligus belajar menguraikan kalimat. 

Cara Membuat Cerita berdasarkan Ide Pokok

1. Menentukan Tema

Tema merupakan inti dari ide cerita. Seseorang yang hendak menulis sebuah cerita, harus menentukan idenya terlebih dahulu. Tema ini dapat kamu tentukan sesuai dengan keinginanmu, misalnya kamu ingin menulis cerita bertemakan liburan, persahabatan, atau petualangan.

2. Menentukan Ide Pokok Cerita

Berdasarkan cirinya, ide pokok harus mengandung topik atau inti pembahasan dari sebuah paragraf. Biasanya, hanya ada satu dalam sebuah paragraf. Ide pokok bisa terdiri dari satu kalimat atau beberapa frasa. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih.Misalnya, jika kamu mengambil tema petualangan, maka ide pokok setiap paragrafnya harus berhubungan dengan petualangan. 

Contoh pembuatan ide pokok untuk membuat cerita bertema petualangan adalah sebagai berikut. 

-  Di hutan belantara yang rimbun ada monyet berbulu kelabu. 

Nah, dari ide pokok di atas, kamu bisa mengembangkan cerita dengan menjelaskan ide pokok tersebut dengan kalimat-kalimat penjelas yang mendukungnya. 

  1. Bangun Karakter yang Menarik

Ini menjadi keharusan agar pembaca bisa ikut merasakan kedekatan dengan tokoh yang kamu ciptakan sehingga cerita terasa lebih hidup. Semakin kuat dan unik pendalaman karakter tokoh, semakin mudah bagi mereka untuk masuk ke dalam ceritamu.

  1. Pilih Sudut Pandang yang Sesuai

Secara spesifik, ada sekitar 10 macam pengambilan sudut pandang atau point of view (PoV) yang bisa diterapkan dalam penulisan cerita. Namun, yang paling sering dipakai adalah:

  • PoV orang pertama tunggal

Penulis sebagai “Aku” tokoh utama atau penulis sebagai “Aku” bukan tokoh utama. 

  • PoV orang ketiga serba tahu

Penulis menjadi sosok yang memiliki pengetahuan akan semua hal yang terjadi dalam cerita. Dengan PoV ini, penulis bisa membuat alur dan fragmen yang lompat-lompat sesuai kehendak.

  • PoV campuran

Jenis sudut pandang ini memberikan kebebasan bagimu untuk menggunakan kata “Aku, Dia, Mereka, Kami, Kamu” secara bergantian. Biasanya dipakai dalam penulisan novel yang memiliki beberapa bab dengan inti cerita beragam.

  1. Kembangkan Konflik dan Penyelesaiannya

Berbeda dengan cerpen yang biasanya hanya terdiri dari satu permasalahan utama, di dalam novel, kamu bisa menciptakan beberapa konflik yang masih saling bertautan untuk memperkaya cerita. Jangan lupa tentukan alur dan penyelesainnya, ya!

  1. Tulis dengan Jelas, Presisi, dan Tidak Bertele-tele

Perlu diingat, tulisan panjang pada novel berbeda dengan tulisan pendek yang dibuat seolah-olah panjang. Apa pembedanya? Alur cerita dan rumusan masalah.

Cerita yang sebenarnya sederhana, tapi dibuat berputar-putar malah bisa membuat pembaca kebingungan atau mudah bosan. Ini adalah salah satu alasan mengapa kamu perlu membuat skema cerita secara menyuluruh sebelum menurunkannya secara detail.

  1. Tentukan Deadline

Menulis novel itu butuh waktu, dedikasi, dan kerja keras. Wajar kok, kalau sesekali kamu menemukan hambatan sehingga merasa butuh istirahat dan berhenti menulis sejenak. Namun, jika perasaan seperti itu terus diikuti, tulisan kamu tidak akan selesa-selesai.  Karenanya, kamu perlu membuat jadwal dan target agar tetap on track hingga draf novel tidak berhenti di tengah jalan. 

  1. Konsisten Menulis

Sebuntu apa pun pikiranmu, usahakan agar tidak mudah menyerah. Teruslah menulis setiap hari walau hanya satu kalimat. Dari sana, bukan tidak mungkin kamu akan mendapat inspirasi untuk untaian ribuan kata berikutnya.

  1. Revisi Draf

Baca ulang dan revisi sendiri karyamu. Ini penting untuk untuk menjaga kualitas tulisan sehingga layak untuk dibaca banyak orang.

  1. Publikasikan

Nah, langkah terakhir yang perlu kamu lakukan tentu saja memublikasikan tulisan yang telah kamu buat sepenuh hati tersebut. Jangan biarkan kecintaan dan dedikasimu terhadap dunia menulis terpendam di dalam drive laptop.

Itu adalah tahapan-tahapan menulis cerita versi aku, yang paling penting dalam menulis itu adalah kalian harus teliti dalam penulisannya baik itu kata baku/non baku, katanya itu harus sesuai dengan KBBI, tanda baca juga harus sesuai dengan tata kepenulisan dan paling penting banget nih! Cerita kalian harus beda dari penulis lainnya dan kalau cerita kalian menarik maka kalian bakal dipinang oleh penerbit langsung!

✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿

📝Website als : https://linktr.ee/edlwyni

📱Instagram : @edlwyni @wattpad.als

📚Wattpad : @incess_alay

💌Email : eldawhyni616@gmail.com

Komentar