TIPS MENENTUKAN KONFLIK DAN PESAN MORAL YANG BAIK PADA CERITA BERGENRE ROMANCE

 " Tips Menentukan Konflik Dan Pesan Moral Yang Baik Pada Cerita Bergenre Romance "


Romance adalah genre yang paling banyak diminati oleh penerbit dan pembaca. Memilih untuk menulis genre romance memang menjadi tema yang sering dipakai oleh penulis pemula ataupun penulis senior. Siapa sih yang tidak pernah mengalami jatuh cinta dan patah hati? Romance adalah sebuah genre yang dialami banyak orang. Anyway, gimana caranya menulis cerita romance yang baik? Dengan konflik dan pesan moral yang baik juga tentunya. So, here we go!


1. Sering-sering baca cerita bertema romance

Kenapa harus sering baca? Karena semakin kita sering membaca cerita-cerita dengan genre tersebut, kita semakin bisa lebih paham dengan genre cinta remaja itu. Kita bisa mempelajari teknik-teknik menulis penulis cerita romance itu. Semakin sering baca, semakin sering nambah wawasan. Inget ya, dipelajari, bukan diplagiati. Kita boleh ikutin teknik penulis itu gimana caranya dia menuang cerita romance dalam tulisan, lalu kita kembangkan dengan teknik tulisan ala kita sendiri. Jadi, sering-seringlah membaca.


2. Bangun konflik semenjak awal, tetapi perlahan-lahan. Ini dinamakan slow-rising conflict.

Contoh: seorang cewek dan seorang cowok, mereka berhubungan. Konflik utamanya adalah mereka harus menyadari bahwa tidak ada lagi cinta di antara mereka. Pertama, berikan konflik berupa pertengkaran karena hal sepele, lalu konflik saat mereka menemukan perbedaan prinsip, lalu konflik kedatangan orang ketiga, dan akhirnya mereka dihadapkan dengan pilihan yang membuat mereka dilema: putus atau tidak.

Membangun konflik secara bertahap membuat penulis berkesempatan untuk membangun karakter. Konflik harus semakin meningkat dan semakin sulit bagi karakter. Berikan dosisnya secara bertahap dan berlipat ganda menuju klimaks.


3. Setiap konflik yang diberikan kepada karakter harus mengubah karakter secara emosional.

Contoh: dari pasangan di atas. Awalnya mereka hanya saling kesal sebentar, lalu mulai merasa kesal lama-lama, kemudian mereka saling merasa jijik, akhirnya mulai merasa marah kepada pasangan mereka, bahkan benci.

Berikan konflik seperti bom yang sumbunya cukup panjang. Jangan biarkan dia langsung meledak. Karena puncak konflik ada di klimaks.

Apa yang perlu diperhatikan dalam membuat konflik?

Ketahui genre novelmu. Misalnya genrenya adalah romance, maka buatlah konflik yang terkait dengan hubungan pasangan. Jika ada karakter cewek dan cowok, mereka ingin dilibatkan dalam cerita romantis, jangan berikan konflik berupa munculnya alien dari luar angkasa. Atau novel detektif, maka konfliknya adalah sebuah kasus pembunuhan yang perlu diselesaikan oleh sang tokoh utama. Bukannya muncul pendekar dengan dua pedang yang berhasrat membunuh semua orang.


4. Berikan kejutan/plot twist

Plot twist, perubahan mendadak dari arah plot atau cerita. Biasanya plot twist ditujukan untuk menjaga tingkat ketertarikan pembaca, dengan mengungkapkan sesuatu yg tidak pembaca sangka. Plot twist biasanya disamarkan dengan detail lain dalam cerita.

Beberapa plot twist yang sering ditemukan dalam cerita, antara lain:

a) Anagnorisis atau pengungkapan.

Satu karakter mengungkapkan jika karakter lain adalah ayahnya, dewa, atau musuhnya. Lebih luasnya, teknik ini memberi pembaca informasi baru untuk menciptakan suspense dan menimbulkan pertanyaan. Teknik ini menyebabkan perubahan dari plot, seringkali mendorong karakter untuk melakukan tindakan.

b) Unreliable narrator.

Bahwa narator cerita selama ini memanipulasi cerita dan memberi informasi menyesatkan kepada pembaca. Teknik ini digunakan untuk menciptakan suspense, untuk membuat pembaca terus menebak-nebak, dan tidak berhenti membaca.

c) Deus ex Machina.

Twist ini berupa kemunculan karakter, event, atau kemampuan untuk menyelesaikan masalah yg tampaknya tidak bisa dipecahkan secara tiba-tiba, dengan cara tak disangka-sangka. Misalnya, si protagonis ada di gudang tanpa jalan keluar dan dikelilingi musuh dan tiba-tiba adarobot muncul menyelamatkannya.

d) Chekhov’s gun.

Pada teknik ini objek atau karakter yang di awal kelihatan tidak berguna, ternyata adalah bagian penting. Kadang ‘chekhov’s gun’ ini tidak muncul lagi atau tidak ketahuan manfaatnya sampai nanti ketika tiba di bagian yang signifikan.

e) Non-linear narrative.

Lewat cara ini, karakter dan plot diungkap secara tidak urut kronologi. Teknik ini menyebabkan pembaca harus menyatukan kepingan-kepingan cerita secara berurutan agar bisa mengerti. Twist-nya sendiri muncul dari hasil potongan-potongan informasi yg ditahan hingga klimaks.

Penulis harus pandai meletakkan twist di bagian tertentu cerita, untuk membuat pembaca tetap bertahan dengan cerita kita. Ini penting, untuk membuat pembaca makin penasaran dan menyelesaikan bacaannya sampai selesai. Cara yang paling efektif untuk meletakkan bagian ini adalah di akhir bab. Sehingga pembaca merasa tertahan. Ada apalagi nih dengan si tokoh? Buat cerita yang menggantung. Sehingga pembaca akan menemukan jawabannya di bab selanjutnya.


Pesan moral yang baik dalam cerita

Secara tidak sadar, tulisan yang kita buat ini bisa mempengaruhi dan mengubah pola pikir orang lain yang membacanya. Bisa menjadi lebih terbuka, lebih baik, atau malah ke arah Yang buruk. Karena itulah kita sebagai penulis harus pandai menyelipkan pesan moral yang baik dalam tulisan yang kita buat.

Bagaimana cara menyampaikan pesan moral dalam cerita?

1. Menggunakan dialog

Kita bisa menyampaikan pesan moral yang baik dari cerita kita leeat dialog antar tokoh. Kalian bisa buat dialog yang berisi pesan moral yang dikemas dengan bahasa yang sederhana dan yang bisa dimengerti remaja. Sehingga tanpa disadari dialog yang diungkapkan tokoh berisi pesan moral untuk pembacanya.

2. Menggunakan tokoh dalam cerita

Selain lewat dialog, pesan moral juga bisa diterapkan dalam tokoh cerita tersebut. Tampilkan tokoh cerita dengan berbagai karakter, apa yang mereka lakukan dan akibat yang ditimbulkan dari perilaku mereka. Sehingga pembaca akan memiliki gambaran atas perilaku mereka dan dampak dari yang mereka lakukan terhadap dirinya juga orang lain.

3. Menyelipkan pesan moral melalui alur cerita

Penulis dapat memanfaatkan alur sebuah cerita untuk menyampaikan pesan moral. Alur cerita yang dibuat dengan baik dan tersusun membuat para pembaca menikmati bacaannya. Tanpa disadari mereka sebenarnya sedang kita nasehati melalui alur cerita. Jangan pernah menyampaikan pesan moral secara langsung. Hal ini akan membuat sebagian pembaca enggan dan merasa digurui.


Bagaimana menampilkan nuansa dewasa dalam ceita rimansi seperti adegan ciuman dll. Itu pndpat gimana? Apa tetap ada pesan moral dalam cerita itu?

Kannn pesan moral itu bisa disampaikannya lewat yang lain, anggaplah ada adegan begitu2, tapi bukan berarti ceritanya nggak ada pesan moralnya. Pesan moral bisa aja disampaikan secara tersirat, misalnya dari perilaku si tokoh cewek atau cowok, atau bahkan keduanya, sikap mereka dalam menghadapi masalah, jadi pesan moral tu bisa disampaikan dengan berbagai hal gitu. 


Bagaimana caranya kita bisa membuat suspense yang baik, Terus cara buat alur yg paling menarik utk teenlit romance gimana? 

Bisa dengan mengotak-atik faktor waktu. Bisa juga kasih clue sedikit-sedikit yang bikin pembaca terus-terusan menebak kelanjutannya gimana. Kasih fakta sedikit demi sedikit. Bisa juga ngasih peristiwa besar yang harusnya terjadi di tengah2 tapi malah diletakin di awal bab. Intinya sih pandai2 aja dalam mengobrak-abrik rasa penasaran pembaca. Cara buat alur teenlit romance, kalau teenlit romance berarti karakternya remaja ya. Buat aja alur yang berbeda dari orang lain, yang tidak membosankan dan bisa menarik penasaran pembaca. Kasih plot twist juga boleh.


. . . . . . . . .

📝Website als : https://linktr.ee/edlwyni

📱Instagram : @edlwyni @wattpad.als

📚Wattpad : @incess_alay

💌Email : eldawhyni616@gmail.com

Komentar