TIPS MENULIS CERITA AGAR MENDAPATKAN FEEL YANG TEPAT
“Tips Menulis Cerita Agar Mendapatkan Feel Yang Tepat”
Hai teman-teman semua, hari ini aku akan saling sharing tentang bagaimana sih supaya cerita yang kita buat itu mendapatkan feel yang tepat sehingga orang yang membacanya juga ikut terhanyut kedalamnya.
Ingat ya teman-teman, penulis fiksi yang baik adalah mereka yang bisa membuat pembaca terhanyut ke dalam dunia rekaan yang diciptakan si pengarang. Feel bagaikan sebuah nyawa dalam cerita fiksi, ibaratnya seperti sayur kangkung tanpa garam. Kalian udah berusaha menulis sebuah cerita dengan kata-kata yang sedemikian rupa, tapi sayangnya apa yang kalian tulis tidak ada nyawanya. So! Pada akhirnya pembaca akan merasa bosan dan melanjtukan part yang selanjutnya,
❥ Tips dari aku secara pribadi.
1. Buat pembaca bersimpati kepada tokohmu.
Contohnya, tokoh yang mempunyai kelebihan selain wajah tampan atau cantik. Karena menciptakan karakter wajah yang cantik dan tampan itu sudah biasa. Coba padukan dengan sesuatu yang menarik pada tokoh utama.
Misalkan disini saya mengambil karakter Alena (Novel Lilin Karya Saniyyah Putri Salsabila Said ), disana tidak hanya digambarkan dengan wajah yang cantik, tapi ada sesuatu yang membuatnya menarik dari awal yang membuat pembaca bersimpati. Usahakan diawal cerita, timbulkan asumsi yang kuat dipikiran para pembaca pada tokoh utama yang membuat mereka ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya.
Karakter Alena di sini membuat para pembaca emosi, kasihan dan menangis. Pokoknya campur aduk sehingga pembaca selalu penasaran dengan chapter selanjutnya. Begitu pula dengan karakter lainnya.
2. Buat para pembaca berimpati pada tokoh karakter kamu.
Empati adalah emosi yang lebih kuat dari pada simpati. Disini usahakan menciptakan sebuah alur yang bukan hanya membuat pembaca merasa kasihan, tapi juga merasakan kesengsaraan.
Contohnya: Saya mengambil pada penyakit yang dialami oleh Alena. Disana saya mengamati, Alena tidak hanya mati-matian menahan rasa sakit yang dia idap. Tapi ada rasa takut yang luar biasa yang ia rasakan dari pada sebuah kematian, dan juga dia sangat mengingikan kasih sayang kedua orang tuanya dan juga penyesalan mereka. Di sisi lain Alena juga senang mengidap penyakit itu karena bisa saja kedua orang tuanya memiliki rasa kasihan. Dan juga untuk Devan? Apakah mereka kembali bersama atau tidak. Dan apakah pada akhirnya Alena meninggal atau tidak? Sebisa mungkin pembaca akan penasaran dengan hal tersebut.
3. Ciptakan sebuah konflik
Konflik dalam sebuah cerita itu sangatlah penting, baik itu konfliknya dengan karakter antagonis, atau konflik tentang berbagai permasalahan. Aku suka banget ketika cerita yang aku tulis itu menuju sebauh konflik. Timbulkan sebuah konflik yang menimbulkan sebuah penyeselan, badai yang berkecamuk tapi tidak lebay. Usahakan itu konflik yang menguras batin sang penulis. Jika konflik yang dibuat sudah merasa ke penulis sendiri, sampai penulis saja juga ikut merasakan sesaknya, berarti kamu sudah berhasil membuat suatu konflik yang menguras batin para pembaca. Karena dengan begitu banyaknya pembaca dliuar sana, nggak mungki dong nggak ada yang satu selera dengan kamu.
4. Tentukan latar dan suasana
Latar dan suasana ini sangat singkron hubungannya. Ketika kamu menulis, tentukan dulu latarnya, seperti latar di sekolah, rumah sakit, bukit, pantai. Lalu hubungkan dengan suasana yang ingin kamu angkat. Contoh, latarnyaa dibukit, dengan suasana malam dibawah langit yang diterangi oleh bulan dan bintang. Nah disana kamu udah tau dong feel apa yang ingin kamu angkat. Tentunya feel haru dan romance. Bikin la tu gimana kamu menciptakan feel romantis yang sampai kamu sendiri dibuat baper se baper-bapernya.
5. Bangun chemistry antar tokohmu.
Wee caranya gimana tu kak? Kalau aku pribadi, aku membayangkan tokoh cewek adalah aku sendiri dong. Aku selalu mengibaratkan diri aku sendiri pada setiap karakter tokoh yang aku ciptakan. Contohnya, Alena adalah tokoh utama dalam cerita Lilin. Apa yang kurasakan ketika memilki hubungan yang sudah berjalan tiga tahun, tapi langsung hancur begitu saja karena berbagai masalah yang dihadapi. Rasa kecewa dan sesak yang aku rasakan itulah yang dirasakan Alena.
6. Riset.
Seharusnya riset ini berada pada tahap konflik. Tapi disini aku pisahkan, usahakan ketika kamu menulis, munculkan kejadian yang benar ada didunia nyata.
Contohnya aku membuat suasana sekolah,. Di Love or Osis (Novel Love or Osis Karya Saniyyah Putri Salsabila Said ), aku baca Ka Saniyyah masukin beberapa organisasi, karena dari judulnya itu identik dengan namanya organisasi. Aku beberapa kali disini ridet tantang bagaimana sih? Organisasi itu sebenarnya. Di sana aku baca tidak hanya masalah percintaan saja, tapi juga permalah dunia realnya sehingga lebih masuk akal.
7. Mendengar music
Ketika aku ingin menciptakan feel yang benar-benar menguras batin. Aku akan nulis sambil dengarin music sedih. Karena ketika aku berhasil menghayati music bergendre sedih, suasana hati aku pasti langsung berubah dan otamatis ide yang akan aku angkat suasananya pasti juga menjurus kesana.
8. Terakhir, baca ulang apa yang kamu tulis.
Delapan tahapan ini biasanya selalu aku terapkan kita akan menulis, sekian
dari aku. Semoga bermanfaat ya.
apakah untuk membuat cerita yang sedih itu
memerlukan pemakaian kalimat yang dramatis gitu?
📝Website als : https://linktr.ee/edlwyni
📱Instagram : @edlwyni & @wattpad.als
📚Wattpad : @incess_alay
💌Email : eldawhyni616@gmail.com
Komentar
Posting Komentar